Sejarah Desa

Sejarah Desa Akelamo

Sejarah Desa

Sejarah Desa
Desa Akelamo

Manusia telah hidup di dataran Sahu ini, kehadiran mereka tidak di ketahui dari mana asalnya. Banyak desa yang tersebar didataran lembah sahu ini, mulai dari pesisir sampai ke pedalaman sahu. di sahu desa yang berkekurangan air bersih adalah worat-worat, tacici, taraudu. khusus desa taraudu, penduduk disitu menggini agar mereka bolah berladang dekat dengan sumber air.

Catatan: Jalangasu Sudah Menjadi Kampung (Orang Tuol)

Pada suatu ketika beberapa Bpk bermufakat untuk berlindung di bantaran sungai Ngalar. Bapak-bapak tersebut adalah : Bpk Bay Bunga, Bpk Leo, Bpk Dul’la, Bpk Gura, Bpk Nyong, Bpk Yauw (Yauw Orang Jalangasu Tuol, bukan asal Taraudu), Bpk Katty, dan Bpk Dabi. mereka berjumlah 8 orang dengan anak istri mereka turun ke berladang di sekitar bantaran sungai tersebut, mereka berpencar menjadi empat kelompok. kelompok Bay Bungan membuka lahan dan mendirikan rumah kebun di sekitar daerah JALA NGASU ( skrg kampung sanger ). kelompok Dul’la mengolah hutan sekitar perkuburan umum ( sekarang ) yang di sebut NAKA LIARO bersama Bpk Yauw. kelompok Katty bersama dengan Bpk Gura Nyong mengolah hutan disekitar Gam Gudu sedangkan Bpk Dabi mengolah hutan Dokotu. jadi empat lokasi yang dalam bahasa Sahu disebut DO’US ( belum jadi desa ) masing-masing Do’us jalan Ngasu = Tiang tenggelam Jalangasu Bukan Dous tetapi Gam / Kampung / Desa), Do’us Gam Gudu = kampung jauh, Nakaliaro = Batang pohon nangka seperti tiang layar perahu, Dokotu = Gelap lagi seram.

Keempat lokasi ini merupakan bakal menjadi Desa. Bpk Bay Bunga lahir pada tahun 1847, pada usia 23 tahun, tepatnya pada tahun 1870 beliau menggantikan Bpk Leter sebagai Kepala Desa Taraudu. selanjutnya, dari empat Do’us tersebut dengan keluarga-keluarga, mereka selalu kembali ke Taraudu dalam mengikuti upacara makan-makan adat ( SA’AI LAMO ) karena mereka belum melepaskan diri sebagai masyarakat Desa Taraudu dan, rumah adat tetap berada di Taraudu pada tanggal 1 april 1874 keempat Do’us di satukan dan di pindahkan ke lokasi baru dan lokasi tersebut di beri nama Akelamo (bahasa ternate = Air besar) sebab dengan kali (sungai) yang lebar –kali Ngalar. Kemudian pada tanggal 29 september 1901 di resmikan sebagai desa difinitif dengan kepala desanya Bunga Yauw.

Catatan:

  • Ada kelompok keluarga Jalangasu Tuol Aketola – Awer; (Yauw, Sin/Paka, Katty-Tuol Awer)
  • Ada kelompok keluarga Walangatom Tara Udu Tabiro (Gabriel Bassay; Lola Bassay; Gutji Bassay)
  • Ada kelompok keluarga Tarau (Bahagia; Nok, Zakeus; Lebat; Lewi)
  • Ada Kelompok Keluarga Gamsungi – Susupu; (Tafu; Embu; )
  • Ada Kelompok Taraudu Gamgudu; (Gura Nyong)
  • Ada kelompok keluarga Taraudu – Loloda (Bay Bunga)
  • Ada kelompok keluarga Bislaoor

Kepala-Kepala Desa Yang Pernah Menjabat 

No

Nama

Jabatan

Tahun

1

Bay Bunga (Tara Udu)

Nyira

1870-1900

2

Bunga Yauw sampai tahun 1933; diganti Lenge Yauw sampai tahun 1940;

Nyira

1901-1906

3

H.B Bunga; 1942-1945

Nyira

1907-1942

4

Gutji Sin; 1940-1942

Nyira

1942-1944

5

Beleki Malaor

Nyira

1944-1946

6

H.B Bunga

Nyira

1946-1952

7

L.L Bassay (Tidak sampai 5 tahun)

Nyira

1960-1965

8

Martinus Yauw (Sblm Pecah PKI)

Eba Paka Gantikan Jadi Kepala Desa

Nyira

1966-1968

9

N Bunga R (Nok Ganti Om Lewi) sebelum tahun 1965

Nyira

1968-1968

10

Lasarus Bunga (PLT)

Nyira

1968-1970

11

Martinus Yauw (1984 masih kades)

Nyira

1971-1984

12

Judas Bassay

Nyira

1984-1990

13

Matius Butuan

Nyira

1991-2005

14

Marianus JSN Padachan

Kepala Desa

2006-2011

15

Albert Aponno

Kepala Desa

2012- 2013

16

Daud Radjabaycolle

Plt Kepala Desa

2013-2017

17

Anto Loa, S.IP

Plt Kepala Desa

2017-2018

18

Fransius Lenge, SH

Plt Kepala Desa

2018-2019

19

Ferdinandus Buga

Plt Kepala Desa

2019-2020

20

Selkit Bungan

Kepala Desa

2021-sampai sekarang

 Catatan:

  • Nyira Lenge
  • Eba Paka Pernah Jadi Nyira / Kepala Kampong
HomeInvestingProductsContact